KepesantrenanPSB MSBS

Pendidikan Bagus, Tapi Bisa Semurah Ini Belajar Di MSBS?

MSBS ACEH-Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) telah dikenal sebagai sekolah unggul dengan mengantongi kualitas pendidikan yang bagus. Hal itu terlihat dari Quality Assurence (QA) jaminan mutu yang diberikan MSBS pada seluruh santrinya. Juga para lulusan sekolah asal Jantho tersebut yang rata-rata sukses diterima diberbagai perguruan tinggi ternama dan perusahaan besar, baik skala Nasional maupun Internasional. Namun, siapa sangka ternyata belajar di MSBS itu sangat murah?

Pada tahun 2006, kala itu MSBS masih menyandang nama Islamic Solidarity School (ISS), sekolah ini dikhususkan untuk para yatim dan piatu korban tsunami, dengan pengelolaan dipegang oleh Islamic Development Bank (IsDB). Namun hanya berselang 3 tahun, setelah IsDB meninggalkan Aceh, pengelolaan diberikan pada pemerintah daerah Kabupaten Aceh Besar dan bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) Jakarta. Dan pada tahun 2015 hak pengelolaan MSBS sepenuhnya dipegang oleh BMM.

BMM sebagai Lembaga Amil Zakat (Laznas) tentunya tidak sekedar bertugas menghidupi MSBS, masih banyak program kemanusiaan yang membutuhkan uluran tangan BMM. Apalagi biaya yang dibutuhkan untuk sebuah lembaga pendidikan Swasta sangat besar jumlahnya. Hal itulah yang membuat BMM dan Manajemen MSBS bekerja ekstra untuk memandirikan MSBS. Salah satunya dengan menghidupkan unit usaha untuk menonpang perekonomian pesantren. BMM juga menggaet Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya untuk menjadi konsultan pendamping Guru dan Manajemen MSBS dalam menciptakan pendidikan yang bermutu, berkualitas dan terjamin. Dengan harapan ditahun Ajaran 2023-2024, MSBS sudah mandiri tanpa mendapatkan suntikan anggaran dari BMM sebagaimana biasanya.

Persiapan kemandirian MSBS sejatinya sudah diantisipasi sejak Tahun 2019, mengingat inflasi terus meningkat yang tentunya mempengaruhi biaya operasional. Maka mulai tahun Ajaran 2020/2021 santri yang masuk ke MSBS melalui sistem mandiri yang biayanya sangat terjangkau. Namun 30% diantaranya merupakan anak yatim/Piatu dan Dhuafa yang masuk gratis melalui beasiswa BMM.

Lalu, berapakan SPP/Iuran Bulanan Santri MSBS? Sampai pada tahun 2022 ini, biaya Bulanan terbesar cuma berjumlah 500.000-750.000 rupiah. Dan hanya 32% Santri yang membayar sebesar itu, sedangkan sisanya masih mendapatkan subsidi dari BMM bahkan ada yang gratis. Padahal dengan biaya segitu didalamnya sudah termasuk, biaya pendidikan sekolah, biaya makan, biaya air bersih dan biaya listrik.

Jika dirincikan lebih detail beginilah gambaran biaya pendidikan di MSBS, SPP Sekolah 250.000, Uang makan, Listrik dan Air 500.000 รท 30 Hari = 16.600 Rupiah/hari. Bayangkan 16.600 santri sudah makan 3 kali dalam sehari, sudah mendapatkan listrik dan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci. Sangat murah bukan? MSBS hanya berharap wali santri dapat membayar Iuran Bulanan tepat waktu untuk kelancaran dalam memenuhi kebutuhan pokok harian Santri.

Seiring perkembangan pendidikan dan pembenahan diberbagai sektor termasuk penambahan sarana dan prasarana, serta peningkatan Service excellent, rencananya ditahun Ajaran 2023-2024, MSBS baru akan menetapkan besaran SPP dan uang makan sejumlah 1 juta rupiah bagi peserta didik baru. Hal itu tentunya masih sangat murah dengan fasilitas menu makanan yang akan ditingkatkan, termasuk add ons seperti pangkas gratis yang bisa didapatkan santri. Jika dikalkulasikan lebih rinci 300.000 uang SPP dan 700.000 adalah uang makan dan Add ons. Itu artinya sehari biaya hidup santri MSBS hanya kurang lebih 23.000 rupiah. Masih sangat murah bukan.

Dan kabar gembiranya, pendaftaran untuk peserta didik baru tahun ajaran 2023-2024 Gelombang 1 telah dibuka sejak awal september kemarin dan akan ditutup pada 31 Oktober 2022 mendatang. Agar tidak ketinggalan segera daftarkan putra putri anda melalui link ini.

Terkait informasi pendaftaran dapat menghubungi Kami disini.

 

**Akhs3a

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button