
MSBSACEH.COM – Aceh Besar- Perjalanan kami dimulai dengan keterlambatan pesawat hampir satu jam,setelah shalat zuhur kami tiba-tiba dipanggil oleh Abi Iswanda (Wakil Pimpinan Pesantren teknologi MSBS, sekaligus pembimbing kami di perjalanan kali ini) untuk mengambil pop mie. Alhamdulillah ternyata, ada yang berbaik hati mentraktir kami semua dengan membelikan mie instan siap saji tersebut. Sesampainya disana kami sudah ditunggu oleh warga Aceh yang telah lama tinggal disana ,kami pun dibawa berkeliling kota Kuala Lumpur dan menginap semalam di pesantren bustanul Arifin.

Malam berikutnya kami pun dibawa ke Masjid Putra Jaya kami pun menghabiskan waktu sambil merekam momen yang tak boleh terlewatkan sambil menikmati keindahan kota di malam hari. Bangunan masjid yang bernuansa pink pun menambah kesan damai malam itu.
Setelahnya kami pun singgah sebentar di sebuah kedai makanan untuk makan malam. Disana kami menikmati makanan seperti Nasi goreng khas Malaysia dan lainnya. Setelah berpamitan kami pun berangkat menuju Kedah dengan bus malam dengan waktu perjalanan sekitar 9 jam.
Kami pun dijemput oleh pimpinan Madrasah Tahfiz Taufiqillah. Kami pun resmi memulai hari-hari kami sebagai santri di Luar Negeri. Awalnya memang lumayan sulit,mulai dari beradaptasi dengan pakaian wajibnya,lingkungan,juga bahasa yang berbeda. Yang tidak disangka adalah kami harus mempelajari bahasa baru, kami berpikir mereka menggunakan bahasa melayu yang masih kami pahami. Ternyata mereka menggunakan bahasa daerah kedah sendiri, masih mirip dengan bahasa melayu tetapi ada banyak kata dasar yang berbeda dan juga pelafalannya yang cepat membuat kami sedikit kesulitan.
Setelah sekian waktu berjalan, beberapa hari sebelum tanggal kembalinya kami ke Indonesia kami pun diajak berkeliling kota kedah, ke Pasar Rabu, Gunung jerai,Padang Besar, Alor Star,dan banyak tempat lainnya, banyak suka duka yang kami lewati bersama membuat tempat ini menjadi salah satu tempat yang berbekas di hati kami masing-masing.



