MSBS

Malaysia, Pengalaman Baru, Pengetahuan Baru

Catatan Perjalanan Arvin Jazlan Janawa

 

MSBSACEH.COM – Aceh Besar- Pada tanggal 8 September 2026, kami yang berjumlah 10 orang berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kegiatan Tahfiz Intensif. Kami berangkat menggunakan pesawat Super Air Jet. Setelah tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur, kami langsung menuju Madrasah Bustanul Arifin untuk beristirahat sejenak.

Setelah beristirahat, kami pergi mengunjungi Putrajaya dan KL Sentral. Keesokan harinya, kami pergi ke Kuala Lumpur untuk melihat Menara Kembar Petronas. Sepanjang perjalanan, kami sangat menikmati pemandangan dan suasana di Malaysia. Pada malam harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju Kedah menggunakan bus.

Keesokan harinya, kami tiba di Kedah dan dijemput oleh Datok Hauzaid bin Ismail, selaku mudir Madrasah Tahfiz Taufiqillah. Setelah itu, kami langsung berangkat menuju madrasah tersebut. Sesampainya di sana, kami disambut dengan meriah oleh keluarga besar Madrasah Tahfiz Taufiqillah. Kami merasa senang dan bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan kepada kami.

Selama berada di madrasah, kami mengikuti program Tahfiz Intensif seperti biasanya. Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman berharga bagi kami, terutama dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an, melatih kedisiplinan, serta mempererat persaudaraan dengan para santri di Malaysia.

Setelah mengikuti program selama 25 hari, kami diajak oleh Datok Hauzaid bin Ismail untuk berjalan-jalan di sekitar Kedah selama tiga hari. Kami sangat senang karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat tempat-tempat di sekitar Kedah sekaligus menikmati waktu bersama teman-teman.

Setelah kegiatan tersebut selesai, tibalah saatnya kami kembali ke Aceh. Kami pulang menggunakan pesawat Malaysia Airlines. Sesampainya di Aceh, kami langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Pesantren Teknologi MSBS.

Pengalaman mengikuti program Tahfiz Intensif di Malaysia merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Selain menambah hafalan Al-Qur’an, kami juga memperoleh pengetahuan, pengalaman baru, serta teman-teman dari negara lain. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an dan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button