MSBS

Dari Makmum Menuju Imam, QA Sadar Sholat Bekali Santriwan Santriwati Kelas XII SMK MSBS Jantho

Menjadi imam salat tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses pembekalan yang menyeluruh: bacaan Al-Qur’an yang fasih, pemahaman fikih yang benar, hingga keteguhan hati dan keteladanan dalam memimpin jamaah. Proses inilah yang menjadi fokus kegiatan pembekalan imam dan imamah yang digelar Quality Assurance (QA) Sadar Sholat Pesantren Teknologi MSBS Jantho.

Kegiatan digelar bagi santriwan santriwati kelas XII SMK, Rabu (12/8/2026) malam pukul 21.00 WIB, bertempat di aula VIP Pesantren, untuk membekali santri agar siap tampil sebagai imam salat yang mumpuni baik dari sisi bacaan, adab, maupun kesiapan mental memimpin jamaah.

Ummu, Imam, Ummah: Satu Akar Kata, Satu Makna Tanggung Jawab
Salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta malam itu adalah ketika dijelaskan bahwa kata imam, ummu (ibu), dan ummah (umat) ternyata berasal dari akar kata yang sama dalam bahasa Arab, yakni amma – ya’ummu, yang berarti “menuju” atau “menjadi arah rujukan”.

Seorang ibu disebut ummu karena dialah rujukan pertama bagi anak-anaknya. Seorang imam disebut demikian karena posisinya menjadi arah rujukan bagi makmum di belakangnya. Dan ummah pun terbentuk dari kesamaan arah itu  sekumpulan orang yang bergerak bersama menuju tujuan yang satu. Penjelasan ini membekas di benak para santri: menjadi imam bukan sekadar berdiri di depan saf, melainkan mengemban peran yang serupa dengan seorang ibu menjadi teladan, menjadi arah, dan menjadi tempat bersandar bagi orang-orang yang mengikutinya. Acara dibuka oleh Arisman selaku moderator, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa pembuka oleh Aqwam Ratisi.

Materi inti disampaikan oleh Abi Iswanda, M.Pd, yang mengupas syarat sahnya menjadi imam, tata cara memimpin salat berjamaah, hingga adab dan tanggung jawab seorang imam terhadap makmumnya. Beliau menegaskan bahwa kefasihan bacaan tetap menjadi syarat penting, namun harus berjalan seiring dengan kesungguhan hati dan keteladanan yang terus dijaga santri sebagai calon pemimpin di tengah masyarakat kelak. Selama satu jam pemaparan berlangsung, antusiasme santri terlihat jelas hingga sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh Arisman.

Melalui program ini, QA Sadar Sholat berharap seluruh santri kelas XII SMK semakin siap, baik secara ilmu maupun mental, mengemban amanah sebagai imam tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga kelak ketika kembali ke tengah masyarakat.

Narahubung Media:
Divisi QA Sadar Sholat – Pesantren Teknologi MSBS Jantho

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button