Kemenangan Yang Sebenar-nya
Dua hari lagi akan ada perlombaan untuk merayakan tahun baru islam,dan di pesantrenku diadakan banyak lomba, salah satunya adalah olimpiade surat pendek.
“La, kamu ikut gak ?”, tanya-ku pada zela. “gak tau,aku takut gak bisa”. Katanya dengan nada ragu. “Ah,gak apa,kita usaha aja dulu”, kataku meyakinkan-nya. “yaudah deh”.
“Bismillah”, kata-ku sembari membaca dan menghafal isi buku berwarna kuning dan bertuliskan juz ‘amma. Kuharap surat-surat yang sudah hilang di-ingatanku kembali lagi karena waktu perlombaan sudah sangat dekat. Tiba-tiba mata-ku beralih ke zela yang sedang menghafal sampai tertidur. “zel, udah yuk, aku sudah ngantuk” kataku sambil menutup mulutku yang tiba-tiba menguap pertanda sudah betul-betul mengantuk. “Kamu tidur aja duluan,aku masih mau ngafal”, katanya “Yaudah kalau gitu, tapi jangan telat tidur ya!”, kataku sanmbil mengingatkan.
HARI PERLOMBAAN PUN TIBA!
“Aduh aku deg-degan kali” kataku pada zela, “udah,kan kita udah usaha”, “Loh biasanya kamu yang deg-degan kalau lagi kek gini”, Kataku bertanya-tanya, “udahlah do’a aja semoga kita bisa”, “Amiiinn…” jawabku.
“Kayak mana tadi ?”, tanya zela padaku “Alhamdulillah, lumayan walaupun ada beberapa yang aku gak tahu, hehe”, kalau kamu ? “aku juga, ga apa”.
HARI PENGUMUMAN…
“juara 3 zuhaira humaira, juara 2 naylatun nisa, dan juara 3…,harapan terakhir, semoga saja dapat, kataku dalam hati. “Zela suhaira, selamat pada pemenang!”, aku merasa kecewa dengan apa yang mc tadi katakan, aku sudah capek belajar, kenapa gak ga dapat ?.