Profil SantriQA Cinta Al-QuranQuality Assurance

Rela Tidak Liburan, Demi Pencapaian QA Cinta Al-Qur’an

MSBS ACEH-Sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, seluruh masyarakat akan merayakan penyambutan dengan kenduri Makmeugang. Makmeugang merupakan tradisi memasak daging dan menikmati bersama kelurga. Banyak ragam masakan yang diolah menggunakan bahan daging pada susasana meugang. Makmeugang diawali dengan pemotongan sapi, kerbau ataupun kambing, sebagian masyarakat juga ada yang membeli daging untuk mengolah dalam memenuhi tradisi makmeugang. Tradisi Makmeugang dilakukan masyarakat Aceh, tak hanya untuk menyambut Bulan suci Ramadhan, demikian halnya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

Pesantren Teknologi Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Jantho sebagai salah satu sekolah Boarding, turut memberikan hak bagi seluruh santrinya untuk merayakan Makmeugang bersama keluarga atau sanak keluarganya. Tak heran hampir seluruh santri MSBS, menggunakan masa liburan selama sepekan tersebut untuk mengikuti tradisi Makmeugang ini. Namun beda halnya dengan, Ikramul Hassan Al Banna. Santri asal Aceh Besar yang saat ini duduk di bangku kelas VII SMP MSBS, memilih untuk tidak merayakan meugang bersama keluarganya. Bukannya tak rindu atau tak ingin berkumpul bersama keluarganya saat perayaan makmeugang. Namun ada target lain yang sedang ia prioritaskan. Yaitu menuntaskan pencapaian Quality Assurence Cinta Al-Qur’an, sampai Level 5 dan Menuntaskan hafalan 1 Juz Al-Qur’an.

Bersamaan 59 santri lainnya, Ikram mendaftarkan diri sebagai santri Mukimin untuk mengikuti program Tahsinul Waa Tahfidzul Qur’an. Hasilnya selama mengikuti program, ia sukses naik tiga level dari sebelumnya level 3 sekarang sudah level 6 atau berhak mengikuti program Tahfidzul Qur’an.

“Rindulah, pengen juga bisa merayakan meugang bersama keluarga. Sempat ditanya sama Abi dan Umi, kenapa gak pulang. Cuma bilang pengen selesaikan target QA Cinta Al-Qur’an, biar bisa membanggakan orang tua. Alhamdulillah di izinkan sama orang tua, dan saya cuma minta di doakan semoga dimudahkan.” ungkap santri kelahiran 7 November 2009 tersebut.

Sebagai penghargaan untuk santri Mukimin, MSBS memberikan Privilege dengan mempersilahkan siapa saja yang sudah menuntaskan program untuk libur panjang lebih dahulu ketimbang santri pada umumnya. Ikram dkk dapat mengambil haknya tersebut jika sudah menyetorkan 1 Juz Al-Qur’an, dalam program Tasmi’ Al-Qur’an Juz 1, 29 & 30. Sejauh ini, sudah ada dua orang santri Mukimin yang menyelesaikan program tersebut, Yakni Mafaza Syafie & Habibi. Keduanya dari kelas X SMK Grafika MSBS.

**Akhs3a

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button